Update: Selasa 02 April 2013

Masalah terhadap makanan bisa terjadi 2 kategori yaitu alergi atau intoleransi terhadap makanan. Alergi makanan diartikan respon tidak normal terhadap makanan yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh, seperti nyeri di mulut, perut, muntah, dan diare. Reaksi alergi terhadap makanan dapat menyebabkan penyakit serius.

Alergi Makanan atau Intoleransi Makanan
Buah-buahan manis courstey of leanitup.com

Lantas, apa bedanya dengan intoleransi makanan ? Intoleransi makanan sebenarnya mirip dengan alergi makanan, di mana tubuh memberikan reaksi bahwa makanan yang dikonsumsi tidak cocok bagi tubuh. Misalnya, jika Anda sakit perut saat meminum jus buah, ada kemungkinan Anda mengalami intoleransi fruktosa. Fruktosa merupakan gula yang ditemukan dalam buah-buahan, madu dan beberapa sirup. Fruktosa juga digunakan untuk mempermanis untuk makanan dan minuman olahan.

Selain buah-buahan, intoleransi makanan juga bisa terjadi ketika mengkonsumsi gandum, produk susu dan produk dari jagung. Leih lanjut, sorbitol pengganti gula yang ditemukan pada es krim, permen dan sirup batuk diubah tubuh menjadi fruktosa selama pencernaan. Anda harus menghindari makanan dan minuman yang mengandung fruktosa.

Intoleransi fruktosa terdiri dari 2 macam, yaitu intoleransi fruktosa genetik (keturunan) dan malabsorpi fruktosa. Intoleransi fruktosa terjadi karena kelainan genetik langka dan juga kekurangan enzim untuk memecah fruktosa. Sedangkan malabsorpsi fruktosa mengalami kesulitan mencerna fruktosa.

Apa pendapatmu ?

(courstey of myhealthnewsdaily.com)

Arsip artikel: Arsip
Tipspengetahuan telah hadir dalam blog, lihat sekarang juga.

Pasang Tipspengetahuan di ponsel pintar Anda: Android

Ikuti Tipspengetahuan di: Facebook

-


NEW POST — [+ Arsip ]
REKOMENDASI
Cari artikel:
Tipspengetahuan media online bersama, terbuka untuk siapa saja. Semua orang bisa berkontribusi untuk mencerdaskan bangsa Indonesia. Pelajari selengkapnya; About & Lisensi